Skip to main content

Quest for True Leadership

Adolf Hitler. Rockefeller. George Soros. Mahatma Gandhi. Soeharto. Munir. Andrew Carnegie. Osama bin Laden. George W. Bush. Muhammad Yunus. Erwin Rommel. Gajah Mada. Christopher Columbus. Inul Daratista. Al Gore. Jenghis Khan. Vaclav Havel. Kita bisa terus mendaftar nama-nama tokoh yang memancarkan pengaruh yang kuat terhadap lingkungan sekitarnya. Nama-nama pemimpin, karena seorang disebut pemimpin karena memang punya daya pengaruh terhadap lingkungannya.

Pertanyaannya : apa yang mencuatkan seseorang, sehingga ia berbeda dari pemimpin lainnya? Kualitas apa yang membuat seseorang dapat digolongkan Pemimpin terbaik, Great Leader ? Yang bisa dijadikan model, ditiru dan digandakan pola kepemimpinanya ? Banyak tokoh yang menjadi terkenal karena cakupan kekuasaan yang dimilikinya. Adolf Hitler sempat menguasai hampir separuh dunia; George W. Bush praktis menguasai dunia dengan dua kali menjadi presiden negara adi daya. Jenghis Khan merajalela dari Mongolia ke Cina, India, Arab, dan wilayah-wilayah yang kemudian menjadi bagian dari Uni Soviet. Mereka kah yang berhak disebut agung ? Ataukah prestasi spektakuler yang mereka raih, menjadi kualitas utama untuk menjadi terbaik ? Seperti Columbus yang menemukan Amerika. Gajah Mada yang menyatukan Nusantara. George Soros yang merontokkan ekonomi begitu banyak negara dengan segenap rakyatnya – pada saat yang sama menjadi berlipat kaya raya harta. Atau Erwin Rommel yang memperoleh decak kagum kawan dan lawan karena kepiawaiannya memimpin perang kendaraan lapis baja. Kriteria lain mungkin, seperti popularitas seseorang. Seperti Soeharto yang dari pemilu ke pemilu dipilih oleh semakin banyak wakil rakyat untuk terus menjadi presiden. Dan saat sakit sampai meninggalnya mendapatkan dukungan yang tidak kecil dari berbagai komponen bangsa. Atau Osama yang sangat populer dan menjadi idola bagi orang dan atau kelompok yang menyukai ekstrimitas. Atau Inul yang dikenal hampir seluruh orang dewasa Indonesia dengan gaya ngebornya.
Entahlah. Sepertinya ada yang tidak lengkap dengan kriteria-kriteria di atas. Kita tidak bisa menyangkal mereka semua adalah pemimpin. Tetapi Pemimpin Terbaik ? Harus ada kriteria yang lebih mulia dari sejumlah kriteria duniawi yang telah disebut di atas.
Saya memulai blog ini dalam rangka mencari kriteria mulia untuk dapat menempatkan berbagai pemimpin dalam berbagai dimensi kehidupan sebagai pemimpin yang terbaik. Bukan untuk mengkultuskan mereka, tapi supaya kita bisa mencetak lebih banyak pemimpin terbaik, sehingga kehidupan ini pun menjadi lebih baik.
Meski ini adalah langkah awal pencarian, saya tidak dapat menyembunyikan gelora dalam diri untuk menyatakan : Pemimpin yang terbaik, hebat, agung; adalah pemimpin yang secara nyata MEMBAWA KEBERKAHAN. Keberkahan yang dimulai bagi dirinya sendiri, kemudian melebar, melebar dan melebar ke lingkungannya. Keberkahan yang secara religi sering disebut keberkahan duniawi maupun akhirat.
Saya berangkat dari KEBERKAHAN ini sebagai kriteria utama Pemimpin yang patut diteladani. A Graceful Leader. Apapun dimensi kehidupan yang ia geluti dan pimpin: bisnis, kemasyarakatan, negara, apapun. Sesungguhnya ini bukan ide orisinal, karena begitu banyak orang, dalam berbagai istilah dan ungkapan, mengarah pada inti yang senada. Biarlah pergumulan dan pencarian bersama yang dilakukan para Leadership enthusiasts ini mampu menghasilkan tipping point untuk kehidupan yang lebih bermartabat di dunia ini.

Comments

Popular posts from this blog

KEPEMIMPINAN DI KANTOR PAJAK

Berurusan dengan kantor pajak, terus terang yang timbul adalah perasaan tidak nyaman, dan membuat saya cenderung menunda-nunda penyerahan SPT Tahunan. Tahu-tahu sudah minggu terakhir batas waktu pelaporan. Sadar akan ramai, saya berusaha datang pagi-pagi supaya tidak perlu seharian berada di sana. Ketika tiba pk 07.30, betul sudah banyak orang. Tetapi petugas sudah banyak, dan pelayanan sudah dimulai - tidak birokratis menunggu jam kerja normal! Dan ternyata, mereka memperlihatkan senyum, wajah ramah, serta pengecekan yang tidak bertele-tele. Mendapat nomer 41, dua proses pelayanan saya lewati sampai mendapat tanda bukti pelaporan, tidak sampai satu jam! Bayangan akan pelayanan yang birokratis, lambat, dan ‘menyeramkan’, sirna sudah. Saya pulang dengan plong karena telah melaksanakan kewajiban tahunan sebagai warganegara yang baik. Kondisi di atas sebenarnya merupakan pengalaman saya yang kedua kalinya dalam berinteraksi dengan kantor pajak dan aparatnya. Beberapa bulan lalu, dengan ...

Menelurkan Pemimpin Penerus

Venezuela, 2003. Ketika Hugo Chavez memenangkan kursi Presiden, rakyat Venezuela bersorak sorai. Dengan aliran Neososialisme yang dianut Chavez, besar harapan rakyatnya akan kesejahteraan yang jauh lebih baik. Dan selama 6 tahun masa pemerintahannya, tidak sedikit perubahan yang telah ia gulirkan. Pengelolaan minyak dinasionalisasi. Penggratisan sekolah. Dan masih sederet perbaikan lainnya. Disamping sejumlah pekerjaan rumah yang belum rampung, seperti penyediaan lapangan kerja, serta penurunan tingkat kriminalitas. Sekarang, Chavez merasa waktunya memerintah yang secara konstitusional dibatasi maksimal 2x tidak mencukupi. Ia pun meluncurkan referendum yang mencoret pembatasan masa jabatan presiden maksimal 2x. Tahun lalu, referendum tersebut kandas. Tetapi tahun ini dalam referendum ulang, ia menang. Kini Chavez punya kebebasan untuk memerintah selama mungkin, sepanjang ia dipilih kembali oleh rakyat Venezuela. Jakarta, 1999. Megawati mengantar partainya PDI-Perjuangan meraih kursi te...

LEADER OF THE WEEK : AL GORE

Desember 2000 menjadi waktu yang tak terlupakan bagi Al Gore. Saat itu ia adalah Wapres dan calon favorit dalam pemilihan Presiden AS periode berikut. Banyak pihak menjagokannya, dan sampai saat-saat terakhir pengumpulan suara berlangsung sangat ketat. Tetapi ia terpaksa menghadapi kenyataan : kalah suara di negara bagian Florida, sehingga kalah suara secara sangat tipis dan gagal menjadi Presiden negara adidaya itu. Dan Amerika Serikat dipimpin oleh George W. Bush yang sepak terjangnya kemudian meresahkan banyak negara di dunia termasuk sebagian orang Amerika sendiri. Apakah kekalahan di atas membuat Al Gore tidak memenuhi syarat untuk masuk kelompok Great Leader ? Justru sebaliknya. Ketika itu, Ia segera mengucapkan selamat kepada pesaingnya, dan setelah melakukan evaluasi singkat, terus melanjutkan hidupnya. Sebagai apa ? Sebagai pejuang Lingkungan Hidup, suatu bidang yang memang menjadi perhatiannya sejak lama. Ia terbang ke sana ke mari: meninjau lokasi-lokasi kritis, melakukan ri...