Skip to main content

Dari beringas menjadi simpati

Belajar dari cara Edward "AIG" Liddy menghadapi dengar pendapat Congress



Orang-orang Amerika sedang dalam kondisi “sensi” sekarang ini, terutama pada semua yang terkait dengan penyebab atau penambah krisis finansial yang sekarang sudah mewabah ke seluruh dunia. Pendapat umum sepakat bahwa salah satu biang keladi diantaranya adalah, perusahaan asuransi AIG yang mal-praktek menabrak rambu-rambu kehati-hatian, dan akhirnya menuai status ‘hampir sedikiiiit lagi’ bangkrut - dengan membawa ekonomi AS, dan kemudian dunia, bersamanya.
Karena itu ketika Edward Liddy dijadwalkan menghadap Congress, ia sudah mafhum bahwa audience yang akan ditemuinya tidak akan bersahabat. Liddy tidak bertanggung-jawab atau kekacauan yang dibuat oleh AIG. Ia ditunjuk oleh Mentri Keuangan (saat itu) Hank Paulson untuk menjadi CEO yang baru dengan misi menyelamatkan AIG. Tetapi tentu saja Congress – dan masyarakat Amerika – melihatnya sebagai pemimpin AIG yang harus diminta keterangan sedetil-detilnya. Dan ia berhasil membalik sikap sangat bermusuhan audience-nya, menjadi pendengar yang baik dan kooperatif.
Bagaimana caranya? Di bawah ini kita bisa mencontoh sejumlah cara yang digunakan Liddy.


* Share the outrage (Merasakan hal/kemarahan yang sama). Liddy memulai dengan, "Kita melakukan rapat ini dalam suasana masyarakat yang marah. Orang-orang Amerika gemas sekali ingin mengetahui bagaimana negara kita bisa terjurumus dalam kekacauan finansial seperti sekarang …. Saya merasakan sentimen yang sama.”
--> Tunjukkan pemahaman tentang apa yang dirasakan masyarakat, dan setalakan bahan/materi pelatihan sesuai dengan pemahaman di atas.
* Slay the dragon (Menaklukkan issue sentralnya). "Saya telah meminta karyawan AIG Financial Products untuk maju ke depan dan melakukan hal yang benar," katanya - setelah sebelumnya meminta karyawan dengan ‘bonus’ $100,000 ke atas, mengembalikan sedikitnya setengah dari jumlah yang telah ditransfter ke rekening masing-masing. Liddy sebenarnya tahu bahwa beberapa bahkan telah mengembalikan 100% dari jumlah bonus yang telah diterima – hal mana yang tentunya diinginkan oleh anggota Congress maupun masyarakat umumnya.
--> Dengan bersikap tegus namun tetap santun, audience bisa diarahkan agar mendengar apa yang dikatannya – walau belum tentu mereka setuju semuanya.
* Accept responsibility (Mengambil tanggung jawab). Liddy menyebut bahwa AIG membuat kesalahan "... dalam skala yang tidak terbayangkan sebelumnya ….. menyimpang dari bisnis inti di asuransi …. menjadi berpraktek hedge fund, sehingga sangat rentan terhadap resiko pasar.”
--> Perusahaan anda melakukan kesalahan yang parah ? Majulah sebagai orang yang mengakuinya.
* Address the solution (Fokus pada solusi). Liddy memusatkan presentasinya pada : bagaimana saat ini AIG bekerja sama dengan Bank Sentral, dan bahwa AIG kini dimiliki rakyat Amerika Serikat.
--> Dalam menyampaikan presentasi yang ‘berat’, berfokuslah pada apa yang akan segera dilakukan.
* Stand up for your people (Lindungi orang-orang anda). Liddy dengan jelas menyatakan bahwa orang-orang yang bertanggung-jawab atas kekacauan di AIG sudah ‘tidak ada lagi’. Apa yang disebut bonus bukanlah untuk prestasi kerja. Tetapi diperuntukkan bagi karyawan2 yang masih ada dan bekerja keras ‘memberesi’ portofolio bad-asset AIG senilai $1.6 triliun,
--> Meski mungkin berbeda dengan ekspektasi public, tetapi CEO yang efektif harus membela karyawan-karyawan yang memang dinilainya mengerjakan hal-hal yang benar.
* Remain calm (Tetap tenang). Edward Liddy melakukan analisis yang jernih, dan hebatnya bisa menjaga nada suara maupun emosinya tetap tenang. Ia tidak terpancing oleh pertanyaan-pertanyaan yang pedas; ia menjaga proses tanya-jawab pada hal-hal yang relevan dan diketahuinya dengan baik. was as forthright in his tone as he was with his analysis.
--> Penting sekali bagi Pemimpin untuk tetap tenang, “cool” agar tidak terpancing oleh lawan, dan meraih simpati dari pengikut maupun audience yang netral.

Mari belajar dari Edward Liddy, dan berharap ia bisa melakukan sesuatu yang signifikan di AIG untuk mengurangi kerusakan yang sudah dihasilkan perusahaan asuransi raksasa ini.



Disadur dari :
How AIG's Edward Liddy Lived to Fight Another Day
11:25 AM Thursday March 19, 2009
Harvard Business Publishing
Thanks for my dear friend, Mr. Harry Uncommon

Comments

Popular posts from this blog

KEPEMIMPINAN DI KANTOR PAJAK

Berurusan dengan kantor pajak, terus terang yang timbul adalah perasaan tidak nyaman, dan membuat saya cenderung menunda-nunda penyerahan SPT Tahunan. Tahu-tahu sudah minggu terakhir batas waktu pelaporan. Sadar akan ramai, saya berusaha datang pagi-pagi supaya tidak perlu seharian berada di sana. Ketika tiba pk 07.30, betul sudah banyak orang. Tetapi petugas sudah banyak, dan pelayanan sudah dimulai - tidak birokratis menunggu jam kerja normal! Dan ternyata, mereka memperlihatkan senyum, wajah ramah, serta pengecekan yang tidak bertele-tele. Mendapat nomer 41, dua proses pelayanan saya lewati sampai mendapat tanda bukti pelaporan, tidak sampai satu jam! Bayangan akan pelayanan yang birokratis, lambat, dan ‘menyeramkan’, sirna sudah. Saya pulang dengan plong karena telah melaksanakan kewajiban tahunan sebagai warganegara yang baik. Kondisi di atas sebenarnya merupakan pengalaman saya yang kedua kalinya dalam berinteraksi dengan kantor pajak dan aparatnya. Beberapa bulan lalu, dengan ...

Menelurkan Pemimpin Penerus

Venezuela, 2003. Ketika Hugo Chavez memenangkan kursi Presiden, rakyat Venezuela bersorak sorai. Dengan aliran Neososialisme yang dianut Chavez, besar harapan rakyatnya akan kesejahteraan yang jauh lebih baik. Dan selama 6 tahun masa pemerintahannya, tidak sedikit perubahan yang telah ia gulirkan. Pengelolaan minyak dinasionalisasi. Penggratisan sekolah. Dan masih sederet perbaikan lainnya. Disamping sejumlah pekerjaan rumah yang belum rampung, seperti penyediaan lapangan kerja, serta penurunan tingkat kriminalitas. Sekarang, Chavez merasa waktunya memerintah yang secara konstitusional dibatasi maksimal 2x tidak mencukupi. Ia pun meluncurkan referendum yang mencoret pembatasan masa jabatan presiden maksimal 2x. Tahun lalu, referendum tersebut kandas. Tetapi tahun ini dalam referendum ulang, ia menang. Kini Chavez punya kebebasan untuk memerintah selama mungkin, sepanjang ia dipilih kembali oleh rakyat Venezuela. Jakarta, 1999. Megawati mengantar partainya PDI-Perjuangan meraih kursi te...

LEADER OF THE WEEK : AL GORE

Desember 2000 menjadi waktu yang tak terlupakan bagi Al Gore. Saat itu ia adalah Wapres dan calon favorit dalam pemilihan Presiden AS periode berikut. Banyak pihak menjagokannya, dan sampai saat-saat terakhir pengumpulan suara berlangsung sangat ketat. Tetapi ia terpaksa menghadapi kenyataan : kalah suara di negara bagian Florida, sehingga kalah suara secara sangat tipis dan gagal menjadi Presiden negara adidaya itu. Dan Amerika Serikat dipimpin oleh George W. Bush yang sepak terjangnya kemudian meresahkan banyak negara di dunia termasuk sebagian orang Amerika sendiri. Apakah kekalahan di atas membuat Al Gore tidak memenuhi syarat untuk masuk kelompok Great Leader ? Justru sebaliknya. Ketika itu, Ia segera mengucapkan selamat kepada pesaingnya, dan setelah melakukan evaluasi singkat, terus melanjutkan hidupnya. Sebagai apa ? Sebagai pejuang Lingkungan Hidup, suatu bidang yang memang menjadi perhatiannya sejak lama. Ia terbang ke sana ke mari: meninjau lokasi-lokasi kritis, melakukan ri...